Tentang bhd.life
Mengapa Masyarakat Perlu Mengetahui Cara Melakukan BHD?
Visi
Mewujudkan masyarakat di mana setiap orang mampu menyelamatkan nyawa dari henti jantung melalui pengetahuan dan tindakan BHD yang sederhana
Misi
Memberikan edukasi dan pelatihan BHD dasar yang mudah diakses dan dipahami untuk siapa saja, di mana saja
Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pertolongan pertama pada henti jantung dan BHD
Menyediakan informasi berbasis bukti tentang BHD, sehingga setiap individu percaya diri untuk bertindak dalam keadaan darurat
Menginspirasi dan bermitera dengan komunitas untuk berperan aktif dalam meningkatkan angka keselamatan pasca henti jantung mendadak
Realita Serangan Jantung di Luar Rumah Sakit
Setiap hari di Amerika, hampir 1.000 orang mengalami serangan jantung di luar rumah sakit (OHCA), dengan total lebih dari 356.000 kasus setiap tahunnya. Statistik yang mencengangkan ini mewakili lebih dari sekadar angka—ini mencakup keluarga yang hancur, komunitas yang berduka, dan masa depan yang berpotensi hilang. Kenyataan yang menyedihkan adalah bahwa sekitar 90% dari serangan jantung ini terbukti fatal, menjadikan OHCA sebagai salah satu penyebab utama kematian di Amerika Serikat.
Sayangnya di Indonesia belum ada yang valid, namun kami perkirakan jumlah tersebut tidak terlalu berbeda, bahkan bisa jadi lebih tinggi!
Hanya 10% Yang Selamat
Meskipun telah terjadi kemajuan medis selama puluhan tahun, tingkat kelangsungan hidup (survival) dari serangan jantung di luar rumah sakit tetap sangat rendah. Menurut data, kelangsungan hidup hingga keluar dari rumah sakit setelah perawatan serangan jantung oleh Layanan Medis Darurat hanya sekitar 10%. Angka ini praktis tidak berubah selama 30 tahun terakhir, mewakili salah satu tantangan paling persisten dalam dunia medis. Berbeda dengan kemajuan luar biasa yang dibuat dalam mengobati serangan jantung, stroke, dan kedaruratan kardiovaskular lainnya, serangan jantung mendadak terus merenggut nyawa dengan tingkat yang mengkhawatirkan.
Pentingnya Intervensi Saksi
Penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa Resusitasi Jantung Paru (RJP) oleh saksidapat melipatgandakan peluang seseorang untuk bertahan hidup. Ketika RJP segera dilakukan, tingkat kelangsungan hidup dapat meningkat secara dramatis dari 4,7% menjadi 11,9%.
Sains di balik perbaikan ini sederhana namun signifikan : setiap menit tanpa CPR atau defibrilasi, peluang kelangsungan hidup pasien menurun 10-15%. Hal ini menciptakan jendela kritis di mana warga biasa dapat menjadi pembeda antara hidup dan mati, jauh sebelum bantuan medis profesional tiba.
Rendahnya Pendidikan BHD
Negara-negara yang telah menerapkan pelatihan CPR wajib di sekolah, seperti di Skandinavia, menunjukkan tingkat CPR oleh saksi yang jauh lebih tinggi.
Rendahnya angka pelatihan BHD saat ini di menunjukkan peluang perbaikan. Studi di AS menunjukkan bahwa tingkat pelatihan BHD tahunan AS hanya 2,39%. Di Indonesia sendiri tidak jarang kita temui kesalahan penanganan henti jantung mendadak di sekitar kita, yang mungkin pernah kita tonton videonya dalam ponsel kita. Pendekatan inovatif salah satunya dengan website BHD Indonesiaini Kami harapkan dapat mengatasi hambatan yang ada selama ini ini.
Website ini ada karena pentingnya pengetahuan menyelamatkan nyawa
Setiap orang yang dilatih BHD berpotensi menyelamatkan nyawa selama hidup mereka.
Setiap keluarga yang mempelajari keterampilan BHD berpotensi menjadi jaringan responder pertama.
Dan setiap komunitas yang memprioritaskan BHD dapat mengubah henti jantung, dari peristiwa yang sebagian besar fatal menjadi peluang menjadi harapan.
“Berani Bertindak,
Selamatkan Nyawa!”

dr. Khariz Fahrurrozi
Founder BHD Indonesia